Kamis, 06 Oktober 2011

Sistem Pendukung Keputusan

A.Sejarah Decision Support System
Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem.
Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur. Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. 

B.Definisi Decision Support System
1.Keputusan
Keputusan adalah tindakan pilihan di antara beberapa alternatif untuk mencapai 
suatu tujuan.Teori keputusan adalah sebuah area kajian matematika diskrit yang
memodelkan pengambilan keputusan oleh manusia dalam sains, rekayasa, dan semua 
aktifitas sosial manusia. 

Fase-fase pengambilan keputusan
a.Fase inteligensi
Inteligensi dalam pengambilan keputusan meliputi pemindaian (scanning) lingkungan. Inteligensi mencakup berbagai aktifitas yang menekankan identifikasi situasi atau peluang-peluang masalah.
Fase inteligensi dimulai dengan identifikasi terhadap tujuan dan sasaran organisasional yang berkaitan dengan isu yang terkait dan menentukan apakah tujuan tersebut telah terpenuhi.
Pada fase pertama ini, seseorang berusaha menentukan apakah ada suatu masalah, mengidentifikasi gejala-gejalanya, menentukan keluasannya, dan mendefinisikannya secara eksplisit.
b.Fase desain
Fase desain meliputi penemuan atau mengembangkan dan menganalisis tindakan yang mungkin untuk dilakukan.
Sebuah model masalah pengambilan keputusan dibangun, dites, dan divalidasi.
Pemodelan meliputi konseptualisasi masalah dan mengabstraksikan masalah ke dalam bentuk kuantitatif dan atau kualitatif.
c.Fase pilihan
Fase pilihan adalah fase di mana dibuat suatu keputusan yang nyata dan diambil suatu komitmen untuk mengikuti tindakan tertentu.
Fase pilihan meliputi pencarian, evaluasi, dan rekomendasi terhadap suatu solusi yang tepat untuk model.
d. Fase implementasi
Fase implementasi meliputi membuat suatu solusi yang direkomendasikan bisa bekerja.
2. Definisi sistem pendukung keputusan
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa sistem pendukung keputusan adalah suatu sistem terkomputerisasi untuk membantu membuat keputusan.
Menurut Little : sekumpulan prosedur berbasis model untuk pengolahan data dan penilaian guna membantu manajer mengambil keputusan.
Menurut Man dan Watson: suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur.
Menurut Sprague dan Carlson : DSS sebagai sistem yang memiliki lima karateristik utama :
a. Sistem yang berbasis komputer
b. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan.
c. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang "mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual.
d. Melalui cara simulasi yang interaktif, dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.
Bonczek, dkk., mendefinisikan sistem pendukung keputusan sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi, yaitu :
a. Sistem bahasa, yaitu mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen sistem pendukung keputusan yang lain.
b. Sistem pengetahuan, yaitu repositori pengetahuan domain masalah yang ada pada sistem pendukung keputusan baik sebagai data maupun sebagai prosedur.
Sistem pengolahan masalah, yaitu hubungan antara dua komponen lainnya yang terdiri dari satu atau lebih kemampuan manipulasi maslaah umum yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
Definisi sistem pendukung keputusan ini menurut Keen adalah suatu produk dari proses pengembangan di mana pengguna, pembangun dan sistem pendukung keputusan itu sendiri dapat mempengaruhi satu dan yang lainnya, dan menghasilkan evolusi sistem dan pola-pola penggunaan.
Dari berbagai pendapat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem pendukung keputusan adalah sistem informasi berbasis komputer yang menggabungkan model dan data dalam upaya memecahkan masalah tidak terstruktur dengan keterlibatan pengguna yang ekstensif melalui antarmuka pengguna yang mudah digunakan.

C. Tujuan
Tujuan dari Decision Support System (Sistem Pengambilan Keputusan) adalah menunjang keputusan-keputusan yg relative.
Kebutuhan dari Decision Support System (Sistem Pengambilan Keputusan) yaitu :
a. sistem yg fleksibel dengan informasi interaktif
b. mudah digunakan (user friendly user friendly);
c. proses memungkinkan pembuatan simulasi, proses trial and error, memperhitungkan akibat dari suatu keputusan
D. Manfaat
1. Pengambilan keputusan yg rasional sesuai dengan jenis keputusan yg diperlukan
2. Membuat peramalan (forecasting)
3. Membandingkan alternatif tindakan
4. Membuat analisis dampak
5. Membuat model
E. Komponen Arsitektur DSS
1. Database mendukung sistem tersebut.
Sub sistem pengelolaan data (database) merupakan komponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam sebuah basis data yang diorganisasikan oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management System).
2. Model Base memberikan kemampuan analis.
Keunikan dari SPK adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan data dengan model-model keputusan.
Jenis-jenis model
a.Model Strategis
1)Digunakan oleh manajemen puncak untuk :
a)Membantu menetapkan tujuan organisasi.
b)Menetapkan sumber daya untuk meraih tujuan tersebut.
c)Menetapkan kebijaksanaan untuk mengatur perolehan disposisi sumber daya
tersebut (contoh : perencanaan tujuan perusahaan, penentuan lokasi,
perencanaan dampak lingkungan).
2)Data yang dibutuhkan sebagian besar data eksternal dan subyektif.
3)Cakrawala waktu untuk model tersebut biasanya diukur dalam tahun (contoh : jangka waktu tanggung jawab perencanaan strategis manajemen puncak).
4)Model tersebut bersifat deterministik dan deskriptif.
b.Model Taktis
Diterapkan oleh manajemen menengah untuk membantu dalam mengalokasi dan mengontrol penggunaan sumber daya organisasi (misal : perencanaan keuangan, perencanaan keperluan pabrik, perencanaan promosi penjualan, penentuan tata letak gedung/pabrik). Data yang dibutuhkan sebagian besar data internal dan beberapa data eksternal serta subyektif. Cakrawala waktu : 1 bulan s/d 2 tahun. Model ini bersifat deterministik.
c.Model Operasional
Diterapkan untuk mendukung pembuatan keputusan jangka pendek (misal : harian atau mingguan) yang sering dijumpai pada tingkat organisasi bawah. Sifat deterministik.
d.Block dan Subroutine Bangunan Model
Meliputi : pemrograman linier, analisis rangkaian waktu, analis regresi, dan Prosedur Sampling Monte Carlo.
Dapat digunakan secara terpisah untuk mendukung keputusan atau digunakan secara bersama untuk merekronstruksi dan memelihara model yang lebih komprehensif.

mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan pengguna secara interaktif, yang dikenal dengan subsistem dialog. Fasilitas yang dimiliki oleh subsistem dialog dibagi menjadi tiga komponen :
3.Dialog (Interface Software) pemakai dengan sistem.
mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan pengguna secara interaktif, yang dikenal dengan subsistem dialog. Fasilitas yang dimiliki oleh subsistem dialog dibagi menjadi tiga komponen :
a.Bahasa aksi (action language)
suatu perangkat lunak yang dapat digunakan oleh user untuk berkomunikasi dengan sistem, yang dilakukan melalui berbagai pilihan media seperti keyboard, joystick dan keyfunction yang lainnya

b.Bahasa tampilan (display and presentation language)
suatu perangkat yang berfungsi sebagai sarana untuk menampilkan sesuatu. Peralatan yang digunakan untuk merealisasikan tampilan ini diantaranya adalah printer, grafik monitor, plotter, dan lain-lain.
c.Basis pengetahuan (knowladge base)
bagian yang mutlak diketahui oleh pengguna sehingga sistem yang dirancang dapat berfungsi secara interaktif.
Hubungan ketiga model arsitektur DSS yaitu database, model database dan dialog adalah :


F.Karakteristik dan kemampuan sistem pendukung keputusan.
a.Dukungan untuk mengambil keputusan, terutama pada situasi semi terstruktur dan tak terstruktur, dengan menyertakan penilaian manusia dan informasi terkomputerisasi.
b.Dukungan untuk semua level manajerial, dari eksekutif puncak samapai manajer lini.
c.Dukungan untuk individu dan kelompok. Masalah yang kurang terstruktur sering memerlukan keterlibatan individu dari departemen dan tingkat organisasional yang berbeda atau bahkan dari organisasi lain.
d.Dukungan untuk keputusan independen dan sekuensial. Keputusan dapat dibuat satu kali, beberapa kali, atau berulang dalam interval yang sama.
e.Dukungan di semua fase pengambilan keputusan, yaitu : fase inteligensi, desain, pilihan, dan implementasi.
f.Dukungan di berbagai proses dan gaya pengambilan keputusan.
g.Adaptif sepanjang waktu.
h.Ramah pengguna.
i.Peningkatan terhadap efektifitas pengambilan keputusan (akurasi, ketepatan waktu, kualitas) daripada efisiensi (biaya pengambilan keputusan).
j.Kendali penuh oleh pengambil keputusan terhadap semua langkah proses pengambilan keputusan dalam memecahkan suatu masalah.
k.Pengguna akhir dapat mengembangkan dan memodifikasi sendiri sistem sederhana
l.Penggunaan model-model untuk menganalisis situasi pengambilan keputusan.
m.Akses disediakan untuk berbagai sumber data, format, dan tipe.
n.Dapat digunakan sebagai alat standalone yang digunakan oleh seorang pengambil
keputusan pada satu lokasi atau didistribusikan di satu organisasi keseluruhan dan
di beberapa organisasi sepanjang rantai persediaan. Dapat diintegrasikan dengan
sistem pendukung keputusan lain atau aplikasi lain, dan dapat didistribusikan
secara internal dan eksternal dengan menggunakan teknologi jaringan dan web.
G.Komponen-komponen sistem pendukung keputusan.
a.Subsistem manajemen data
Subsistem manajemen model merupakan paket perangkat lunak yang memasukkan berbagai macam model, di antaranya adalah model keuangan, statistik, ilmu manajemen, atau model kuantitatif lainnya yang memberikan kemampuan analitik dan manajemen perangkat lunak yang tepat.
Elemen-elemen subsistem manajemen data:
•Database.
•DBMS.
•Direktory data.
•Fasilitas query.
b.Subsistem manajemen model
Subsistem manajemen model merupakan paket perangkat lunak yang memasukkan berbagai macam model, di antaranya adalah model keuangan, statistik, ilmu manajemen, atau model kuantitatif lainnya yang memberikan kemampuan analitik dan manajemen perangkat lunak yang tepat.
Elemen-elemen subsistem manajemen model:
•Basis model
•Sistem manajemen basis model
•Bahasa pemodelan
•Direktori model
•Eksekusi model, integrasi, dan prosesor perintah
c.Subsistem antarmuka pengguna
Subsistem antarmuka pengguna memungkinkan pengguna berkomunikasi dan memerintahkan sistem pendukung keputusan.
Browser web memberikan struktur antarmuka pengguna grafis yang familier dan konsisten.
d.Subsistem manajemen berbasis pengetahuan
Subsistem ini dapat mendukung semua subsistem lain atau bertindak sebagai komponen independen.
Subsistem ini memberikan inteligensi untuk memperbesar pengetahuan pengambil keputusan.
Subsistem ini dapat diiterkoneksikan dengan repositori pengetahuan perusahaan yang disebut basis pengetahuan organisasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar